
Aku adalah peluru yang menembus jantung aparat bangsat !
Aku adalah palu yang memecah batok kepala hakim bejat !
Aku menari-nari diatas darah-darah mayat para laknat !
Ketika konspirasi jadikan hukum berkarat !
Minggu, 30 Maret 2008
Untuk Perjuangan Munir
Senin, 17 Maret 2008
Untuk Seorang Budi Suryono
[Untuk Seorang Budi Suryono]
Monday, November 26th, 2007
Buah Karya : Inyong Risdi
Buah Karya : Inyong Risdi
Mungkin waktu kan terus berlalu, membawa buih-buih pergi menjauh.
Dan manusia hanyalah butir pasir berserak di hamparan zaman, yang mengikuti kemana angin takdir berhembus. Dan mungkin waktu melapukkan batu, membuat besi menjadi karat; Mengubah dunia menjadi tidak seperti yang kita kira dan angankan. Walau sungguh pun waktu berkuasa, seorang Budi Suryono terpatri dalam dada
Akan kenangan saat kami tidak percaya diri tuk bernyanyi
Akan kenangan saat kami malas menghafal ibukota - ibukota negara di RPUL, dan akan kenangan ketika kami enggan meneruskan sekolah lagi
dan kau ada di sana sebagai seorang guru, sahabat, sekaligus menjadi orang tua kami yang memahami segala keluh kesah dan yang mampu mengembalikan semangat belajar kami.
Dan...yang terhormat Pak Budi
Seandainya...Jika memang harus cambang ini berdarah karena kau tarik.
Jika memang harus kulit ini memerah karena kau cubit.
Jika memang harus kaki ini lelah karena berjinjit.
Ketahuilah..kami mensyukurinya.
Karena semua itu menjadikan sekolah kami yang terbaik
Terima kasih kami
Atas kebaikan yang mungkin tidak kau sadari, karena ketulusan telah merajai.
Atas kesabaran..
meningkahi kenakalan-kenakalan kami Read More ..
Langganan:
Postingan (Atom)
